Memulai Bisnis

Bisnis bukanlah jawaban atau puncak dari karir seseorang, karena banyak sekali terjadi dipemikiran orang saat artikel ini dibuat, “lu ngapain kerja ama orang, bisnis aja, jadi bos buat diri sendiri.”

bisnis

Sebenernya tidak ada yang salah dengan perkataan itu, namun, banyak yang menjadi profesional atau kerja buat orang, lebih kaya dari kebanyakan para pebisnis jadi-jadian ini. Menurut saya, bisnis akan jauh lebih baik ketika memang pribadinya “sudah siap”.

Siap dalam artian, memang dia berprestasi dikantor, dan tidak menemukan room-to-grow, maka ada baiknya menjadi pebisnis. bukan bisnis karena sebagai “pelarian” karena bosen/muak dikantor, atau karena trend “ikut-ikutan” tapi belum tau ilmunya.

Nah ada 4 poin yang mungkin bisa berguna buat teman-teman yang ingin memulai berbisnis dengan definisi sudah siap menurut saya.

  1. Ada Ilmunya
    Bisnis tanpa ilmu, sama seperti maju perang tanpa peralatan. ketika bekerja, belajarlah ilmunya, caranya, step-by-stepnya secara detil. ada 3 hal yang perlu dipelajari, diluar membuat sebuah produk yang bagus untuk dijual, yakni strategi marketing, keuangan dan SDM(rekrut karyawan)

    Pelajari poin-poin tersebut, at least basicnya saja, maka akan lebih memperlancar usaha baru Anda. Ilmu penting tapi bukan segalanya, masih ada 3 poin lagi

  2. Ada Temannya
    Ilmu kurang boleh, tapi ada network yang bagus bisa membantu Anda dengan cepat. Oleh karena itu, saran dari saya selalu, bergaulah dengan orang-orang yang Anda ingin sukses di bidangnya. atau bergaulah dengan teman-teman sepantaran yang Anda liat mereka juga memiliki visi untuk memiliki bisnis yang besar, walau hari ini juga baru mulai.
  3. Komitmen
    Terlepas dari teman dan ilmu, komitmenlah yang membawa Anda dari titik A ke titik B, bukan ilmu bukan teman. karena begitu banyak yang sangat cerdas, IQ tinggi, atau pergaulan luas, siapapun kenal dia. Tapi tidak berhasil dalam berbisnis. Yes, karena mereka kurang/lemah dalam hal komitmen.

    Komitmen berbicara tentang, suka dan duka dijalanin, bukan hanya ketika lagi senang saja, ketika jualan bagus. Tapi ketika karyawan berlaku tidak baik, ketika keuangan lagi jelek, ketika piutang tidak dibayar-bayar, ketika ada complain produk, ketika kompetitor berdatangan.

  4. Poin Terpenting
    Anda punya ilmu, teman dan komitmen. 1 poin ini bisa memperlancar Anda dalam memulai bisnis akan dibahas dihalaman selanjutnya, silahkan klik disini untuk melanjutkan bacaan Anda.

Suami Idaman Seperti ?

Well, memiliki suami idaman tentunya harapan dari hampir semua calon istri. Tidak terlepas dari sang pria menyadari atau tidak, ternyata ada beberapa kesamaan dari para suami idaman tersebut, yang berhasil saya rangkum 3 poin dari berbagai sumber dari internet.

family

  1. Mapan Secara Ekonomi
    Yes, memang sering kita dengar, uang bukan segalanya, dan jargon2 miring lainnya tentang uang. But, taukah Anda bahwa lebih dari 50% masalah terpecahkan jika Anda memiliki cukup dana? Anda bisa menyekolahkan anak Anda ke sekolah yang bagus, memanjakan istri dengan layak, menjaga kesehatan dan gizi keluarga, bisa memberikan keamanan dengan fasilitas/layanan/produk yang bisa dibeli dengan uang.
  2. Terus Mencintai seperti diawal pacaran.
    Permasalahan yang terjadi dalam hidup berpasangan adalah, HOT diawal, dan COLD diakhir. mereka do everything, whatever it takes untuk menyenangkan pasangannya, bahkan walau tidak enak sekalipun tetap dilakukan. dan mereka fall-in-love dan 3 tahun kemudian, tindakan yang dilakukan dimula-mula itu sudah tidak dilakukan, dan mulai terjadi claim-claim “kamu berubah”, dan lainnya. Banyak sekali, dulu tiap hari telepon, dulu tiap hari jemput, dulu tiap bulan dirayakan mothversary, dulu tiap weekend ketemu, dulu pilih berduaan ama pacar dibandingkan ama temen, dan masih banyak lagi. Saran saya, berpacaranlah seperti apa adanya, tanpa “lebay” nanti cape sendiri diakhirnya loh. dan ketika ini berlanjut ke pernikahan, akan makin sulit. Seperti kata Tony Robbins “If you do what you did at the beginning of the relationship, there will be no end of that relationship”
  3. Poin Terpenting
    Setelah mapan secara ekonomi, terus mencintai seperti diawal pacaran, poin ini bisa menjadikan Anda  Suami Idaman bagi Para Wanita , So klik link tersebut untuk melanjutkan materi yang mungkin bisa berguna bagi Anda, dari hasil riset saya melalui berbagai media dan mengamati teman-teman suami istri disekeliling saya. lanjutkan baca

keren adalah ?

Definisi keren ada begitu banyak, ini definisi keren menurut blog peterkohar. Mungkin bisa berubah dari waktu ke waktu, tapi inilah kira-kira 4 pemikiran saat ini.

beckham

  1. Berprestasi
    Tidak bisa dipungkiri, semua orang yang berprestasi menurut saya sudah pasti keren, entah berprestasi yang memperebutkan sebuah medali/piala, atau berprestasi menemukan sesuatu, atau menghasilkan sesuatu.

    Poin ini sangat menjadi nilai plus, jika kamu mau menyandang status keren!

  2. Tidak Mencari Pengakuan dari Orang Lain
    Belum saatnya keren, tapi sudah berharap keren. kira-kira itulah yang menjadi dasar seeking-for-approval. status keren akan muncul dengan sendirinya dari mulut orang lain, ketika sudah waktunya. terus meningkatkan diri Anda secara natural, bukan dengan show-off, bukan dengan memaksakan diri.
  3. Balance 
    Keren menurut saya juga berbicara tentang balance, kalau juara olimpiade, tapi keluarga hancur berantakan. atau gaul, tapi tidak punya uang. atau ketimpangan-ketimpangan lainnya, membuat seseorang tidak terlihat keren.

    Selalu gunakan kata “dan”, bukan “atau”. Tidak perlu memilih, tapi ambilah semuanya, mapan, keluarga harmonis, sehat, pergaulan bagus, sayang orangtua, dan lainnya.

  4. Keren Adalah ?
    Poin terakhir ini adalah kunci dari semua poin diatas, yes, Anda harus berprestasi dan balance, dan sudah layak dikatakan keren bukan mencari pengakuan dari orang lain. Nah 1 poin terakhir ini bisa menjadi pelengkap Anda menjadi definisi keren adalah, yuk simak lanjutannya disini

investasi terbaik : pengetahuan dan pertemanan

Investasi terbaik sampai saat ini yang tidak akan terdevaluasi oleh naik turunnya ekonomi, bukanlah emas, dollar, atau properti atau saham.

Screen Shot 2016-02-05 at 11.03.23 PM

Tapi pengetahuan dan pertemanan. Sesuatu yg tidak bisa diukur secara value diawal, tapi sangat besar returnnya ketika waktu sudah berlalu.

Dengan adanya pengetahuan/kepintaran, jaman berubah kita bisa beradaptasi.

Bertemanlah seperti anda tidak membutuhkan apapun, tuluslah sampai titik akhir. you’ll never know what will happen.

Belajarlah tanpa merasa sudah terlalu pintar, selalu ada hal baru dalam pengulangan dan atau pembelajaran baru.